Jakarta, swaraberita.com. —Digitalisasi menjadi langkah penting bagi koperasi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Menjawab kebutuhan tersebut, Sakti menghadirkan layanan perangkat lunak berbasis langganan yang membantu koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola operasional secara digital.
Indra Lesmana, S.Komp. direktur operasional Sakti menjelaskan bahwa platform tersebut menyediakan berbagai fitur, mulai dari pengelolaan keanggotaan, simpan pinjam, unit ritel, hingga laporan keuangan yang dihasilkan secara otomatis. Melalui sistem ini, pengurus koperasi dapat mencatat transaksi setoran, penarikan, tabungan, angsuran, dan pencairan secara digital. Data transaksi juga dapat diakses untuk menghasilkan laporan keuangan secara lebih cepat tanpa harus melalui proses rekapitulasi manual.
“Dengan sistem ini, pengurus, pengawas, dan manajemen koperasi akan lebih mudah mendapatkan laporan secara real time. Data transaksi bisa langsung ditarik sehingga proses pelaporan menjadi lebih cepat,” ujar Indra Lesmana saat ditemui dalam ajang The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Jakarta.
Selain mempermudah pekerjaan pengurus, Sakti juga memberikan akses kepada anggota untuk memantau transaksi simpanan dan pinjaman mereka melalui aplikasi maupun peramban (browser). Fitur tersebut diharapkan memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi.
Indra Lesmana menambahkan, sistem Sakti ditawarkan melalui skema berlangganan bulanan. Perusahaan tidak sekadar menjual perangkat lunak, tetapi menyediakan layanan yang dapat digunakan selama masa berlangganan.
Sebelum menggunakan layanan, koperasi dapat berkonsultasi dengan tim Sakti untuk mengidentifikasi kebutuhan operasional masing-masing. Pasalnya, setiap koperasi memiliki prioritas berbeda, mulai dari pengelolaan simpan pinjam, unit ritel, hingga pelaporan keuangan. Setelah proses konsultasi, Sakti akan memberikan penawaran sesuai kebutuhan calon pengguna.
Terkait keikutsertaannya dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Indra Lesmana menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, memperkenalkan solusi teknologi, serta membuka peluang kolaborasi dengan penyedia teknologi lainnya.
Indra Lesmana berharap ajang serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun berikutnya sehingga semakin banyak pelaku industri teknologi yang dapat bertemu dan menjajaki kerja sama.
Melalui digitalisasi, Sakti berharap koperasi dapat meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat transparansi transaksi, serta mengembangkan layanan yang lebih modern dan akuntabel bagi para anggotanya.