Syamsu Alam Pimpin KABADDI FOKSI Sulawesi Selatan, Targetkan Pembinaan Atlet dan Persiapan Pra-PON 2027

Makassar, swaraberita.com. — Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sulawesi Selatan menetapkan Syamsu Alam sebagai ketua baru melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang digelar di Hotel Grand Imawan, Makassar, Sabtu (17/10/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan menghidupkan kembali roda organisasi yang vakum selama dua tahun terakhir sekaligus memperkuat pembinaan atlet untuk menghadapi Pra-PON 2027.

Usai terpilih, Syamsu Alam menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan dan mempopulerkan olahraga kabaddi kepada masyarakat luas, serta membangun sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami akan bergerak cepat untuk membentuk pengurus dan memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah. Termasuk mempersiapkan atlet untuk kejuaraan dan Pra-PON tahun depan,” kata Syamsu.

Menurutnya, pembenahan organisasi menjadi langkah awal untuk memastikan program pembinaan berjalan efektif. FOKSI Sulsel juga akan mengaktifkan kembali kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota agar sosialisasi olahraga kabaddi semakin luas dan penjaringan atlet potensial dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Untuk meningkatkan popularitas kabaddi, pengurus baru berencana melakukan studi banding ke daerah yang telah aktif mengembangkan cabang olahraga tersebut. FOKSI Sulsel juga akan menyasar sekolah dan perguruan tinggi melalui program sosialisasi serta penyelenggaraan kejuaraan guna menjaring atlet muda berbakat.

“Kami akan menyusun berbagai program agar olahraga kabaddi semakin dikenal di Sulawesi Selatan. Kami juga akan menyasar kampus dan sekolah untuk mempromosikannya, termasuk menggelar kejuaraan guna mencari atlet muda,” jelasnya.

Kembangkan Potensi Atlet Daerah

Kabaddi merupakan olahraga beregu yang memadukan kekuatan fisik, kelincahan, strategi, dan kerja sama tim. Olahraga yang berkembang dari Asia Selatan ini memiliki kemiripan dengan sejumlah permainan tradisional Indonesia, seperti gobak sodor dan bentengan. Di beberapa daerah, permainan lokal juga memiliki unsur serupa, termasuk mangenggo atau mallebba di Wajo.

Dalam pertandingan kabaddi, dua tim saling berhadapan. Seorang pemain penyerang atau raider memasuki wilayah lawan untuk menyentuh pemain bertahan dan berusaha kembali ke wilayahnya dengan selamat. Sementara itu, tim bertahan berupaya menghentikan penyerang melalui kerja sama dan strategi.

Cabang olahraga ini juga telah dipertandingkan di tingkat internasional, termasuk SEA Games. Prestasi tim Indonesia di ajang tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperluas perhatian masyarakat terhadap kabaddi dan mendorong pengembangan olahraga ini di daerah.

Bagi FOKSI Sulsel, potensi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan yang konsisten, mulai dari pengenalan olahraga, seleksi atlet, peningkatan kualitas latihan, hingga partisipasi dalam kompetisi.

Syamsu Alam menilai, penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi faktor penting untuk membangun fondasi pembinaan yang lebih kuat. Dengan struktur kepengurusan yang aktif, proses pencarian bibit atlet, pelaksanaan program latihan, dan persiapan menghadapi kejuaraan diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Kepengurusan baru FOKSI Sulsel diharapkan mampu mengembalikan aktivitas organisasi sekaligus meningkatkan eksistensi kabaddi di tengah masyarakat. Sinergi antara pengurus provinsi, kabupaten/kota, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas olahraga akan menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan cabang olahraga tersebut.

Dengan agenda utama pembenahan organisasi dan persiapan Pra-PON 2027, FOKSI Sulawesi Selatan menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah serta bersaing pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.