Peluncuran Poster & Trailer: Film Dewi Siluman Ular — Kisah Horor Berbasis Kisah Nyata Tayang 12 November

Jakarta, swaraberita.com. — Starvision secara resmi memperkenalkan poster ketiga dan keempat sekaligus merilis trailer terbaru untuk film horor terbaru berjudul “Dewi Siluman Ular”, dalam acara yang digelar di Jakarta pada Rabu siang, 1 Oktober 2026. Film ini diangkat dari kisah viral yang dibagikan melalui podcast yang telah ditonton lebih dari 5,7 juta kali, oleh Mas Prasojo Muhammad. Hadir dalam acara tersebut jajaran produser, sutradara, penulis skenario, serta para pemeran utama film ini.

Hadirkan Horor yang Penuh Emosi dan Makna
Produser Jan Parwes Servia bersama tim, termasuk penulis skenario Upi dan Ayu Anggraini, serta sutradara Azhar Kinoy Lubis, membagikan bahwa film ini bukan sekadar menakut-nakuti, melainkan menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Jin juga ciptaan Allah, mereka juga punya perasaan — marah, sedih, dan cemburu. Ini pembelajaran bahwa perempuan tidak boleh kalah, bahkan dari jin,” ujar Chandra Parames dalam sambutannya. “Kisah ini sangat sinematik, namun ceritanya luar biasa dalam. Kami menyatukan aktor-aktor hebat ini dalam satu layar. Saksikan film ini pada 12 November di bioskop kesayangan Anda.”

Sutradara Kinoy Lubis menyampaikan bahwa kali ini ia ingin membawa penonton masuk ke dalam nuansa horor yang sinematik namun tetap memegang teguh emosi tiap karakter.
“Ini tentang sudut pandang Dedi — bagaimana ia menghadapi tiga sosok wanita, di mana ada yang manusia dan ada pula yang bukan manusia. Pilihan yang ia ambil punya konsekuensi di luar nalar. Akankah ia bertahan? Itulah yang kami sajikan,” jelas Kinoy. Ia juga memuji akting para pemain, terutama anak-anak yang mampu menampilkan ketakutan dan kesedihan secara natural — sesuatu yang tidak mudah disutradarai dalam genre horor.

Bisa Jadi Ikon Baru Horor Indonesia
Penulis skenario Upi menyebut kisah ini sebagai “horor rakyat” yang lahir dari orang-orang yang putus asa dan kehilangan harapan.
“Dulu kita kenal Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong. Sekarang kita belum punya ikon horor baru. Maka saat mendengar kisah Dewi Siluman Ular, saya merasa ini bisa jadi ikon baru horor Indonesia. Ceritanya dekat, emosional, dan sangat membumi. Penonton bukan hanya merasa takut, tapi juga memahami kenapa tokoh Dedi mengambil keputusan itu — semoga bukan jadi contoh, tapi pengingat bagi kita semua,” ungkap Upi.

Sementara itu, penulis skenario Ayu Anggraini mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menulis naskah horor, dan secara pribadi ia takut ular. “Menulis sambil melawan rasa takut sendiri tentu menantang. Kisah ini sangat terhubung dengan kita semua — tentang laki-laki di bawah tekanan, yang merasa tergoda, dan konsekuensi yang mengikutinya.”

Dari Podcast Viral ke Layar Lebar
Prasojo Muhammad, pemilik podcast yang mengangkat kisah ini, merasa sangat bersyukur ceritanya kini diadaptasi menjadi film layar lebar. “Saat pertama kali mendengar cerita ini, saya merasa kisah menikah dengan jin ini masih cukup baru. Ternyata respon masyarakat luar biasa — 5,7 juta orang menonton. Ketika Starvision tertarik, dan mengetahui sutradaranya Kinoy, penulisnya Upi dan Ayu, serta dibintangi aktor-aktor hebat — saya yakin karya ini akan meledak di pasaran,” ujarnya dengan antusias.

Karakter yang Kompleks dan Penuh Warna
Derbi Romero yang memerankan tokoh utama, Dedi, mengungkapkan: “Dedi adalah karakter paling manusiawi yang pernah saya perankan. Dia orang biasa yang menghadapi cobaan hidup, selalu dihadapkan pada pilihan dan konsekuensi. Di satu sisi ada istri yang menuntut tanggung jawab, di sisi lain ada sosok jin yang memberikan segalanya — namun tidak semua hal yang terlihat baik itu benar-benar baik.”
Aulia Sarah yang berperan sebagai Rahma, istri Dedi, menjelaskan karakternya: “Rahma itu perempuan pada umumnya — bukan hitam bukan putih, abu-abu. Dia menuntut kewajiban suami karena punya dua anak yang harus dihidupi. Bukan berarti dia matre, kalau matre sudah lama dia pergi saat Dedi sedang susah. Dia cuma minta haknya sebagai istri.”
Sementara itu, Agnini Hak yang memerankan sosok Lela membagikan: “Biasanya saya mendapat karakter yang galak dan pemberani. Kali ini saya memerankan perempuan yang lembut, polos, hanya memberi cinta tanpa menuntut. Ternyata menjadi sosok pasrah itu tidak mudah. Lela sebenarnya adalah korban — cinta saja ternyata tidak cukup, butuh transparansi.”

Film ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Anya Geraldine sebagai sosok Dewi, sosok jin yang setia namun posesif, serta aktor cilik berbakat Ashraf Dirga dan Juni Calista.

Komedi dan Misteri yang Menyempurnakan Cerita
Kehadiran Bang Arif Didu dan Ace Bagus sebagai pasangan unik Ocit dan Ujang memberikan warna tersendiri dalam cerita. “Ibarat sepiring siomay — kami pasangannya! Kami ada saat Dedi butuh teman ngobrol, memberi sedikit masukan sebelum dia mengambil keputusan. Banyak dialog kami yang improvisasi dan lucu, tapi sayang banyak yang dipotong, hehehe. Bahkan adegan memancing saja sampai ada pelatihan khusus — padahal kami bukan pemancing, itu lucu sekaligus menantang ceritanya!” canda mereka.

Tak ketinggalan, Aldo Gubel yang memerankan sosok misterius di film ini menyebut karakternya seperti “genset” — ada suaranya, fungsinya penting, tapi belum boleh diperlihatkan sepenuhnya. “Saya adalah representasi tekanan dari tempat kerja Dedi. Tunggu saja plot twist-nya!” pungkasnya dengan tawa.

Film “Dewi Siluman Ular” tayang mulai 12 November 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Film ini menjanjikan bukan sekadar ketakutan, melainkan refleksi mendalam tentang pilihan hidup, konsekuensi, cinta, dan batasan antara dunia manusia dan gaib.