Dua Lensa Bercerita: Kelahiran Baru Laut Bercerita Melalui Fotografi dan Instalasi

Anton Ismael dan Oscar Motuloh menghadirkan alih wahana Laut Bercerita dalam sebuah jagad baru di Dialogue, Kemang, 31 Oktober–30 November 2026.

Jakarta, swaraberita.com. — “Matilah kau mati, kau akan lahir berkali-kali.” Kutipan dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, yang di kemudian diadaptasi menjadi film arahan Yosep Anggi Noen produksi Pal 8 Pictures, menemukan makna baru melalui pameran fotografi dan instalasi Dua Lensa Bercerita. Pameran ini menghadirkan karya fotografer Anton Ismael dan Oscar Motuloh di Galeri Dialogue, Kemang, Jakarta Selatan. Dialogue merupakan ruang seni dan budaya di Kemang, Jakarta Selatan, yang menjadi tempat berlangsungnya pameran Dua Lensa Bercerita. Melalui kolaborasi dengan seniman dan pelaku kreatif, Dialogue menghadirkan ruang pertemuan antara karya seni, gagasan, dan publik.

Dua Lensa Bercerita
Bentuk: Pameran Fotografi dan Instalasi
Fotografer: Anton Ismael dan Oscar Motuloh
Kurator: Engel Tanzil
Instalasi: Avianti Armand dan .this/PLAY
Penyelenggara: Pal 8 Pictures bekerja sama dengan Dialogue dan .this/PLAY
Lokasi: Dialogue, Jl. Kemang Selatan No. 99A, Jakarta Selatan
Periode: 31 Oktober–30 November 2026
Jam Kunjungan:
* Senin–Jumat: 10.00–20.00 WIB
* Sabtu–Minggu: 08.00–20.00 WIB.

Dua Lensa Bercerita merupakan sebuah alih wahana dalam bentuk fotografi dan instalasi. Pameran ini bukan sekadar dokumentasi di balik layar pembuatan film, melainkan kemudian di ciptakan ulang menjadi sebuah jagad baru tempat kisah, ingatan, dan gagasan Laut Bercerita menemukan kehidupan serta pemaknaan yang berbeda.

Laut Bercerita merupakan novel karya Leila S. Chudori yang mengangkat kisah sekelompok mahasiswa dan aktivis pada masa akhir Orde Baru, serta keluarga yang menghadapi kehilangan dan ketidakpastian. Novel ini mengisahkan keberanian, persahabatan, cinta keluarga, dan perjuangan menjaga ingatan serta harapan. Novel tersebut kemudian diadaptasi menjadi film panjang yang disutradarai Yosep Anggi Noen, diproduksi Pal 8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink. Film berdurasi 135 menit ini melakukan penayangan perdana dunia dalam Kompetisi Utama Busan International Film Festival 2026 dan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.

Keterlibatan kedua fotografer dalam film Laut Bercerita tersebut menjadi salah satu titik berangkat penciptaan karya-karya dalam pameran ini. Oscar Motuloh menjadi alter ego fotografis bagi karakter Alex Perazon, sementara Anton Ismael memotret untuk karakter Gusti Suroso. Berangkat dari hubungan tersebut, keduanya mengembangkan interpretasi masing-masing yang melampaui dunia film. Oscar menghadirkan pendekatan fotografi dokumenter melalui pengamatan terhadap manusia, peristiwa, dan ruang, sementara Anton mengeksplorasi bahasa visual yang lebih eksperimental dan ekspresif. Karya keduanya tidak sekadar merekam, tetapi membuka cara baru untuk merasakan dan menafsirkan dunia Laut Bercerita.

PAL 8 PICTURES, PT Layar Terkembang Senantiasa, yang dikenal sebagai Pal 8 Pictures, merupakan rumah produksi film di bawah naungan Tempo Media Group. Berangkat dari tradisi Tempo dalam menghadirkan jurnalisme yang kritis dan mendalam, Pal 8 Pictures mengembangkan karya sinema dengan cerita yang kuat dan relevan dengan persoalan sosial, sejarah, politik, dan budaya Indonesia. Laut Bercerita merupakan film panjang perdana Pal 8 Pictures.

Dengan kurator Engel Tanzil, pameran ini juga menghadirkan instalasi karya Avianti Armand dan Sigit D. Pratama, serta elemen partisipatif yang mengajak pengunjung membawa pengalaman dan ingatan mereka sendiri. Kehilangan, penantian, keberanian, dan harapan menjadi pengalaman yang dapat direnungkan dan dimaknai secara personal.

Pameran Dua Lensa Bercerita diselenggarakan oleh Pal 8 Pictures bekerja sama dengan Dialogue dan .this/PLAY, mempertemukan fotografi, instalasi, dan desain ruang dalam sebuah pengalaman yang utuh.

.this/PLAY merupakan studio kreatif yang didirikan oleh Sigit D. Pratama pada 2015, dengan fokus pada desain ruang, pameran, dan instalasi seni. Dalam pameran Dua Lensa Bercerita, .this/PLAY berkolaborasi dalam menghadirkan instalasi serta pengalaman ruang yang menjadi bagian dari keseluruhan konsep pameran.

“Dua fotografer Oscar Motuloh dan Anton Ismael menghadirkan bahasa visual yang kontras, namun saling melengkapi,” ujar kurator pameran Dua Lensa Bercerita, Engel Tanzil. Engel menafsirkan pameran Dua Lensa Bercerita sebagai dialog dua pendekatan fotografi. Oscar Motuloh menghadirkan rangkaian foto hitam-putih yang bersifat kontemplatif dan subtil–keheningan yang mendalam. Di sisi lain, Anton Ismael merespons dengan warna, eksperimen, dan intervensi visual yang ekspresif–kebisingan yang jujur. Oscar Motuloh menyatakan bahwa salah satu sudut pandang lensa dari pameran foto Dua Lensa Bercerita adalah figur Alex Perazon.
“Alex adalah seorang aktivis pergerakan mahasiswa Winatra yang sensitif, terutama saat mengabadikan foto-foto hitam putih yang amat digemarinya,” ujar Oscar Motuloh.
“Alex adalah saksi mata yang merasakan luka ingatan yang terus melekat dalam dirinya sebagai penyintas dari kekejaman sebuah rezim masa lalu,” tambah Oscar.

Karena intensitas tafsir Oscar terhadap alter-ego ini, makai a juga membuatnya ke dalam sebuah buku fotografi berjudul Laut Luka yang diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia yang diluncurkan pada hari yang sama. Sementara itu, fotografer Anton Ismael menafsir alih wahana ke dalam serangkaian karya yang penuh eksperimen media.
“Untuk bisa belajar dari sejarah, kita perlu lebih dulu merasakan bahwa sejarah itu punya hubungan yang erat dengan eksistensi kita saat ini,” ujar Anton Ismael.

Dengan demikian, Anton memutuskan untuk mempertemukan mempertemukan foto-foto dari film Laut Bercerita dengan foto-foto karyanya dan karya kawan-kawannya di luar produksi film ini. “Kami meramunya bersama tulisan, gambar, dan merespons dari yang karya yang ada,” jelas Anton.

Melihat berbagai bentuk baru ini, dari seni meramu kata menjadi cerita di dalam novel, penulis Leila S. Chudori bukan hanya menyambut film karya Yosep Anggi Noen sebagai interpretasi alih wahana yang bagus, tetapi juga tafsir Cholil Mahmud dalam lagu Matilah Kau Mati, Khozy Rizal dalam video klip lagu tersebut; dan kini tafsir foto dan rupa karya Oscar Motuloh dan Anton Ismael.
“Pada akhirnya, kisah Biru Laut dalam Laut Bercerita mendapat tempat di benak, mata, jari-jari dan yang penting hati para seniman lainnya, sehingga tafsir ulang dari cerita ini menunjukkan taksir Laut untuk lahir berkali-kali,” kata Leila.

Perjalanan Laut Bercerita tidak berakhir ketika halaman terakhir novel ditutup atau layar bioskop padam. Melalui fotografi dan instalasi, cerita itu menemukan kehidupan baru. Setiap medium menghadirkan cara berbeda untuk merasakan dan memaknainya, sementara setiap perjumpaan dengan pengunjung membuka kemungkinan bagi lahirnya cerita-cerita lain.

Informasi terbaru dan berbagai kegiatan selama pameran dapat diikuti melalui Instagram @filmlautbercerita dan @dialogue_arts.