Tonton film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? mulai 12 November 2026 di bioskop
Jakarta, 5 November 2026 — BASE Entertainment menghadirkan film terbaru berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? karya sutradara Archie Hekagery, yang akan tayang di bioskop mulai 12 November 2026. Diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Aoura Lovenson Chandra, film ini diadaptasi dari buku best seller karya Samuel Ray. BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Di tahun ini, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku (Garuda: Dare to Dream), yang dirilis pada Juni 2026, meraih Gryphon Award – Best Film (Elements +6) serta LETE Special Award di Giffoni Film Festival ke-56 di Italia. Film horor Paket Santet, yang dirilis pada Agustus 2026, juga memperluas jangkauannya ke pasar internasional dan akan tayang di Rusia, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja
Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? mengikuti dinamika enam calon karyawan yang menjalani masa probation, yang harus bersaing untuk satu posisi karyawan tetap. Membawa isu dan keresahan anak muda tentang tantangan kerasnya mendapatkan pekerjaan dan sulitnya bertahan hidup di tengah tuntutan biaya hidup yang terus melambung tinggi, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? menjadi refleksi emosional untuk melihat perjuangan para pencari kerja dari dekat. Sebuah kisah yang menyentuh, dari para karakter yang benar-benar mewakili keresahan banyak orang. Dinamika antar karakter yang dibintangi oleh Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, dan Arafah Rianti sangatlah kuat. Mereka memiliki masing-masing keunikan dan sifat yang bertolak belakang, dan mencerminkan banyak orang di kehidupan.
Aurora Ribero tampil emosional sebagai Bintang, anak sulung yang menanggung beban ekonomi keluarga dan berusaha menyenangkan semua orang. Penampilannya kontras dengan Gabriella Ekaputri yang memerankan Claudia, sosok ambisius yang menutup pintu pertemanan demi mencapai target kariernya.
“Memerankan Bintang membuat saya sadar betapa besarnya pressure anak muda masa kini yang merasa harus cepat sukses. Tekanan terbesar justru sering datang dari diri mereka sendiri. Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang, tapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu,” ujar Aurora Ribero.
“Karakter Claudia sangat bertolak belakang dengan saya di dunia nyata. Dia menutup diri dari pertemanan karena menganggap hubungan personal hanya akan mendistraksi ambisinya. Memiliki ambisi tentu tidak salah, selama kita berada di jalur kita sendiri. Namun, ketika ambisi itu berubah menjadi keinginan untuk menjatuhkan orang lain demi sebuah posisi, di situlah letak batas di mana dunia kerja berubah menjadi lingkungan yang toxic,” ujar Gabriella Ekaputri.
Selain ketegangan kompetisi di dunia perkantoran dan drama yang reflektif, film ini juga menghadirkan gelak tawa segar lewat karakter Damai (Lutfi Afansyah) dan Velma (Arafah Rianti). Damai menjadi potret satir pekerja yang menutupi kekurangan skill dengan bahasa korporat yang rumit, sementara Velma jadi perwakilan karakter yang menjadi ‘korban’ bahwa terkadang dunia begitu kejam dan menganggap hidup adalah kompetisi siapa yang paling kuat.
Turut hadir karakter Bima (Rey Bong), yang akan memberikan plot twist paling tak terduga, namun sebenarnya juga banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari dan dunia pekerjaan. Sementara karakter Mika (Daffa Wardhana), juga membuat penonton gemas, saat ada anak muda berprivilese mencoba hidup frugal.
Bagi produser Shanty Harmayn, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? menjadi refleksi mengenai makna kehidupan yang tak hanya menyoal kompetisi siapa yang jadi pemenang di puncak karier.
“Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,” ujar produser Shanty Harmayn.
Penulis buku Lagi Probation, Samuel Ray, berharap film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi para first jobber.
“Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia,” ujar Samuel Ray.
Sejalan dengan cerita perjuangan anak muda dalam membangun karier dan
mewujudkan mimpi, dukungan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terhadap film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendampingi generasi muda dalam berbagai fase kehidupan mereka. Hal ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, untuk terus membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya.
Menurut Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir
Widjaya, film ini relevan dengan realitas yang dihadapi banyak anak muda saat mulai memasuki dunia kerja, ketika mereka belajar beradaptasi, menentukan tujuan, dan mulai membangun masa depan yang diimpikan.
“Membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak awal karier merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan tujuan di masa depan.
Melalui OCTO dan OCTO Savers Payroll, kami mengajak masyarakat untuk Pindahin Gaji ke OCTO agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola lebih optimal, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan masa depan,” ujar Amir.
Sementara itu, di balik layar, kompetisi sengit di depan kamera nyatanya berbanding terbalik dengan kehangatan para pemerannya. Persahabatan erat antara jajaran pemain muda ini memberikan napas dan chemistry yang kuat, menjadikan Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? sebuah karya yang hangat, jujur, dan sangat relevan.
Ikuti perkembangan terbaru film Lagi Probation di akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id. Tonton filmnya di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.